• Senin-Jum'at: 7am-16pm
  • JL. Alianyang No. 7B Pontianak
  • dlh@pontianak.go.id
  • FAQs
  • Login JAS
blog

Latih Kelompok Masyarakat Olah Sampah Organik Rumah Tangga

Pemenuhan usulan asmas terkait pelatihan pengelolaan sampah di 3 kelurahan.

DLH Kota Pontianak mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga di Lahan Terbatas (27/8/2026). Bimtek ini diselenggarakan sebagai pemenuhan usulan aspirasi masyarakat (asmas) yang disampaikan melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahun 2025. Adapun 3 kelurahan yang mengajukan usulan pelatihan pengelolaan sampah yaitu Kelurahan Saigon, Kelurahan Siantan Hulu, dan Kelurahan Sungaijawi Luar.

Kepala Bidang PSLB3 DLH Kota Pontianak pada sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat juga punya peran dalam pengelolaan sampah, khususnya pengurangan dari sumbernya. Ini dapat dilakukan dengan memilah sampah organik dan sampah anorganik, bahkan mungkin sampah residu. Sampah organik, diolah menjadi pupuk kompos. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah terdekat. Sedangkan sampah residu yang dibuang ke TPS. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat terbiasa mengolah sampah organik yang hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman dan tanah, minimal di lingkungan rumah sendiri.

Bersama Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Pontianak, peserta mendapat informasi jenis-jenis sampah dan bagaimana memilahnya. Kemudian praktik olah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dengan modifikasi biopori LOSEDA (Lodong Sesa Dapur). Pada praktiknya, dilengkapi dengan pipa paralon yang telah dilubangi, pot tanaman, tanah, sekam, daun-daun organik, sampah organik, dan pengaduk. Lubang pada pipa memungkinkan aliran air lindi meresap ke dalam tanah dan menjadi jalur bagi organisme pengurai seperti bakteri dan cacing. Sampah yang membusuk secara alami di pipa akan terurai dan memberi nutrisi baik bagi tanah dan tanaman.

Sebelumnya, DLH Kota Pontianak juga telah melakukan bimtek yang sama kepada peserta PKK Kecamatan Pontianak Selatan. Modifikasi biopori LOSEDA ini mendapat sambutan positif dan cara sederhana yang dapat dipraktekkan di rumah dengan luas lahan terbatas. Melalui bimtek ini, diharapkan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya mengurangi sampah dari sumber dapat terbentuk sehingga dapat menekan potensi timbulan sampah dari sumbernya. (fr)