• Senin-Jum'at: 7am-16pm
  • JL. Alianyang No. 7B Pontianak
  • dlh@pontianak.go.id
  • FAQs
  • Login JAS
blog

SAKA KALPATARU KOTA PONTIANAK LAKSANAKAN STUDI LAPANGAN DI ARBORETUM SYLVA UNTAN

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan, Saka Kalpataru Kota Pontianak melaksanakan kegiatan Implementasi Pelaksanaan Krida Keanekaragaman Hayati Tahun 2026 pada Sabtu, 25 April 2026 di Arboretum Sylva Untan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan Krida Keanekaragaman Hayati Saka Kalpataru Kota Pontianak yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan anggota mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya yang ada di wilayah Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura menjadi narasumber dan pendamping dalam kegiatan studi lapangan.

Kegiatan dihadiri oleh unsur Pimpinan Saka Kalpataru Kota Pontianak (Kak Susilarasati, ST., M.Ling), Koordinator Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati (Kak Awang Widayan, ST), Wakil Ketua Pimpinan Saka Kalpataru (Kak Lufti Faurusal Hasan, SP), Sekretaris Pimpinan Saka Kalpataru (Kak Lita Luki Bressti, ST., M.Ling.), Pamong Saka putra (Kak Hijrah Akbar, S.Tr.AP) dan putri (Fuzy Firda Zhan, M.Si), Dewan Saka Kalpataru, serta anggota Saka Kalpataru Kota Pontianak khususnya dari Krida Keanekaragaman Hayati.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan kawasan Arboretum Sylva Untan oleh narasumber dari BEM Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Peserta diberikan pemahaman mengenai fungsi arboretum sebagai kawasan konservasi, edukasi, serta tempat pelestarian berbagai jenis flora dan fauna khas Kalimantan. Dalam sesi ini, peserta juga dikenalkan dengan sejumlah jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan arboretum seperti pohon rotan, ulin, mahang, tengkawang, karimunting, serta berbagai jenis tumbuhan paku-pakuan.

Beberapa tanaman khas Kalimantan seperti pohon ulin dan tengkawang menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut karena memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi serta keberadaannya perlu terus dijaga. Selain mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik tumbuhan, peserta juga diajak memahami manfaat dan fungsi ekologis dan ekonomis dari setiap jenis flora yang diamati.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan studi lapangan secara langsung di kawasan arboretum. Meskipun kondisi cuaca pada saat kegiatan berlangsung sedang hujan, hal tersebut tidak mengurangi semangat peserta untuk mengikuti pembelajaran di lapangan. Saat intensitas hujan mulai mereda, peserta bersama pendamping langsung melakukan pengamatan dan identifikasi flora maupun fauna berdasarkan ciri morfologis yang ditemukan di lokasi dengan dipandu oleh pendamping.

Dalam pelaksanaan praktik lapangan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan identifikasi sederhana terhadap spesies flora dan fauna yang ditemukan sesuai dengan karakteristik morfologi atau penampakannya. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil pengamatannya di hadapan peserta lainnya serta petinggi saka kalpataru lainnya. Dari hasil kegiatan tersebut, peserta dinilai mampu memahami dasar identifikasi morfologi tumbuhan serta menjelaskan manfaat dari berbagai jenis flora yang diamati setelah mendapatkan pendampingan dari mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran kepada generasi muda melalui anggota Saka Kalpataru Kota Pontianak mengenai pentingnya menjaga biodiversitas khususnya tumbuhan asli Kalimantan Barat yang memiliki kekayaan hayati sangat besar namun juga menghadapi berbagai ancaman akibat kerusakan lingkungan dan perubahan pemanfaatan lahan. Melalui kegiatan edukatif seperti ini, anggota Saka Kalpataru diharapkan dapat menjadi pelopor dalam upaya konservasi lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati di masyarakat.

Melalui implementasi Krida Keanekaragaman Hayati ini, diharapkan anggota Saka Kalpataru Kota Pontianak dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta semakin meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian flora dan fauna. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cinta lingkungan, memiliki wawasan konservasi, serta aktif menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Kota Pontianak maupun Provinsi Kalimantan Barat.