• Senin-Jum'at: 7am-16pm
  • JL. Alianyang No. 7B Pontianak
  • dlh@pontianak.go.id
  • FAQs
  • Login JAS
blog

BANGUN KESADARAN PENGELOLAAN SAMPAH DARI LINGKUP KECIL: DLH KOTA PONTIANAK PERINGATI HPSN 2026 DENGAN SOSIALISASI GERAKAN PILAH SAMPAH DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI TINGKAT RW

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Gerakan Pemilahan Sampah dan Pengelolaan Lingkungan di Tingkat RW Se-Kota Pontianak. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak Lantai 3.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat, khususnya di tingkat Rukun Warga (RW), dalam melakukan pemilahan sampah dan pengelolaan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh 3 RW terpilih dari enam kecamatan di Kota Pontianak serta perwakilan dari masing-masing kecamatan dan kelurahan. RW yang terpilih disiapkan untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut terkait pemilahan sampah dan pengelolaan serta diharapkan bisa menjadi percontohan bagi RW lainnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bagian dari peringatan HPSN 2026, selain itu kegiatan ini juga merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak dalam mendorong peran aktif masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dan pengelolaan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

Berdasarkan paparan yang disampaikan oleh narasumber pertama, Bang Ario Sabrang (Ketua Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon)) menyatakan bahwa sampah merupakan salah satu bentuk pola hidup individu maupun kolektif yang menjadi indikator tata kelola lingkungan di masyarakat. Di tingkat RW, pengelolaan sampah dinilai memiliki posisi yang cukup strategis mengingat RW berada pada posisi yang paling dekat dengan sumber produksi sampah paling banyak di Kota Pontianak, yaitu rumah tangga. Pengelolaan sampah yang baik di suatu RW akan menunjukkan kualitas lingkungan yang baik dan nyaman untuk penghuninya, begitu pula sebaliknya. Selain itu, Ario juga memaparkan bahwa pengelolaan yang terstruktur menjadi peluang ekonomi melalui daur ulang dan pemanfaatan kembali. Dengan struktur kelembagaan RW yang kuat serta kedisiplinan dan konsistensi dalam pengelolaan sampah serta lingkungan, maka lingkungan bersih, sehat, dan bernilai ekonomis di tingkat RW bukanlah hal yang mustahil.

Paparan dari Bang M. Hermayani Putera, S.IP (pegiat lingkungan) selaku narasumber kedua menyatakan bahwa sampah yang masuk ke TPA cukup hanya residu saja. Sampah yang masih bernilai ekonomis bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan kembali. Sebagai contoh, sampah organik bisa diolah menjadi kompos, biogas, maupun pakan maggot. Sedangkan sampah anorganik seperti botol mineral, kardus, dan kertas bisa dijual ke pengepul maupun bank sampah, sehingga terbentuk ekonomi sirkular di masyarakat. Kegiatan pengelolaan sampah seperti hal tersebut terwujud dengan adanya penggerak kebijakan wilayah, koordinasi yang baik antara pemangku kepentingan dan fasilitas, pengawasan dan penertiban yang terlaksana dengan baik, edukasi yang menyeluruh, serta monitoring secara berkala. Dengan memilah sampah, mengurangi sampah, memanfaatkan sampah, serta mengawasi pengelolaannya, maka akan terwujud Kota Pontianak yang bersih dan berwawasan lingkungan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya dan terdorong untuk menerapkannya secara konsisten di lingkungan masing-masing khususnya di tingkat RW. Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Lingkungan Hidup berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi dan pembinaan berkelanjutan, guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.