DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA PONTIANAK MENYELENGGARAKAN WORKSHOP PEMBUATAN ECO ENZYME
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026 serta sebagai bagian dari persiapan menuju Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembuatan Eco Enzyme pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik agar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan, salah satunya melalui pembuatan eco enzyme. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih besarnya potensi timbulan sampah organik di Kota Pontianak yang sebagian besar langsung dibuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) tanpa melalui proses pengolahan menjadi produk seperti kompos, pakan maggot, ataupun dibuat menjadi bio gas dan eco enzyme.
Melalui kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Pontianak Kota diharapkan dapat menjadi pelopor dalam pemanfaatan sampah organik dan peserta yang sudah mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat menerapkan pembuatan eco enzyme di lingkungan masing-masing.
Kegiatan workshop diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari Camat dan Lurah di wilayah Kecamatan Pontianak Kota, Kepala sekolah / perwakilan sekolah, perwakilan Puskesmas Alianyang, PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, perwakilan Dinas di wilayah Kecamatan Pontianak Kota, Dharma Wanita Persatuan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, anggota Forum Komunitas Hijau Kota Pontianak, para pegiat lingkungan, serta perwakilan dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah III Kalimantan, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Pontianak Kota, Ibu Anisah Nurbayani, yang menyampaikan pentingnya peran aktif serta kolaborasi berbagai pihak dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing khususnya dalam menekan timbulan sampah organik dan mengolahnya menjadi produk bermanfaat seperti eco enzyme. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Pontianak, Ibu Susilarasati, yang menekankan bahwa sampah organik seperti sisa potongan buah tidak bisa dianggap sebelah mata. Karena sisa potongan buah bisa menjadi bahan baku utama dalam pembuatan eco enzyme yang dapat digunakan dalam berbagai peruntukan pembersih rumah tangga alami, pupuk organik, pestisida organik, serta pengusir hama. Selain itu, sisa potongan buah hasil produksi eco enzyme masih bisa digunakan sebagai bahan baku kompos atau disebarkan langsung di tanaman yang akan dipupuki dengan menggunakan sisa dari eco enzyme.
Pada sesi edukasi dan sosialisasi, Ketua Forum Komunitas Hijau Kota Pontianak, Kak Vivi Norvika Hariyantini, menyampaikan pengenalan mengenai eco enzyme, cara pembuatannya dan indikasi keberhasilan maupun kegagalan dalam pembuatannya, manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan, serta potensi pemanfaatannya dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dalam kegiatan ini Kak Vivi juga membagikan pengalaman beliau dalam produksi eco enzyme. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme yang dipandu oleh Ibu Vini selaku perwakilan dari Komunitas Eco Enzyme, sehingga para peserta dapat memahami secara langsung tahapan pembuatan eco enzyme mulai dari preparasi bahan, pencampuran bahan, hingga proses fermentasi.
Selain memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan aksi lingkungan yang direncanakan sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 pada Bulan Juni nanti. Eco enzyme yang dihasilkan nantinya akan dikumpulkan dan digunakan dalam aksi bersama dengan cara dituangkan ke saluran parit besar yang berada di sepanjang Jalan Alianyang hingga Jalan Pangeran Natakusuma dengan panjang kurang lebih 2,1 kilometer.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik dapat terus meningkat. Dengan pemanfaatan sampah menjadi eco enzyme, diharapkan tidak hanya mampu mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke TPS, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan baru masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Pontianak.
